Wednesday, September 26, 2012

Pribadi Cerdas, Anti Apatis

Mungkin sebagian dari Anda belum mengetahui tentang apa itu sikap apatis. Sikap apatis adalah sikap masa bodoh, acuh terhadap suatu hal dan menganggap bahwa apa yang dipercaya dan diketahuinya yang paling benar. Seringkali sikap apatis muncul dan tumbuh dalam diri seseorang karena didasari oleh suatu keyakinan atau kepercayaan akan suatu hal yang telah lama tertanam dalam pola pikir orang tersebut. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa hal yang membuat orang tersebut bersikap apatis adalah sesuatu yang telah ter-stigma secara kuat dipikiran orang yang bersangkutan. Orang-orang yang bersikap apatis biasanya akan menganggap bahwa pendapat maupun apa yang dilakukan orang lain merupakan hal yang salah (sekalipun hal tersebut benar), sedangkan yang benar hanyalah sesuatu yang berasal dari apa yang telah diyakininya. Tidak jarang, orang apatis sering berkonflik baik secara ucapan, pendapat, dan pola pikir dengan orang yang berpikiran terbuka.

Orang-orang apatis juga sering menunjukan sikap introvert (tertutup), karena selalu menganggap hal yang dia yakini adalah hal yang paling benar, sedangkan yang lain salah. Orang dengan pola pikir "sempit" seperti ini akan sangat sulit untuk dapat menerima hal-hal maupun fakta-fakta baru yang terjadi di sekitarnya.

Kenyataanya, tidak sedikit orang apatis yang sulit untuk menuju kemajuan diri, baik secara sikap maupun pola pikir. Ia sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan maupun kemajuan era. Pribadi apatis juga akan bersikap acuh, bahkan ada kecenderungan melawan terhadap hal-hal yang berseberangan dengan apa yang diyakininya, tanpa mau mendalami ataupun mempelajarinya terlebih dahulu. Pribadi apatis adalah pribadi yang kurang cocok untuk menjadi seorang pemimpin, bahkan seorang pengikut (pekerja, karyawan, dan semacamnya). Karena akan banyak ketidakcocokan yang akan muncul. Orang apatis lebih tepat menjadi pribadi yang independent (sendiri). Orang apatis dapat diarahkan menjadi pribadi yang lebih berpikiran terbuka, melalui proses pemahaman berkala, serta mengajaknya dalam memahami lebih mendalam akan suatu hal.

Jadilah pribadi yang open minded (berpikiran terbuka). Anda boleh memiliki suatu keyakinan akan sesuatu hal, namun bukan berarti Anda menutup mata dan telinga, serta menolak mentah-mentah akan hal maupun fakta yang berkembang di sekitar Anda. jadilah pribadi yang berpikiran kritis dan selalu memperhatikan hal-hal baru yang terjadi di sekeliling Anda, karena banyak pengetahuan dan ilmu yang bisa didapatkan dengan mengamati dan mempelajari hal tersebut.


Nanda Vermoorder - Master Face Reader

No comments:

Post a Comment