Showing posts with label Vermoorder's Article. Show all posts
Showing posts with label Vermoorder's Article. Show all posts

Saturday, March 12, 2016

Melaksanakan Rekruitmen Tepat, Hemat dan Akurat

Di era modern saat ini, bekerja bukan hanya merupakan sebuah tuntutan dan kewajiban, namun juga sebuah passion. Bekerja bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan, namun juga melakukan sesuatu yang benar-benar dapat dinikmati untuk dijalani, sesuai dengan kepribadian dan gairah diri. Namun, tidak sedikit orang-orang di luar sana yang merasa tidak nyaman dan merasa tidak cocok dengan jenis pekerjaan yang dijalaninya, sehingga hal tersebut membuatnya sering berpindah pekerjaan. Saya yakin, sebagian besar dari Anda pernah merasakan dan melakukan hal yang sama.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat, spesialisasi, dan juga kepribadian, membuat pribadi yang menjalaninya merasa sangat tidak nyaman. Biasanya ketidaknyamanan tersebut dipaksakan dengan beberapa alasan, seperti himpitan kebutuhan, tidak adanya jenis pekerjaan lain yang sesuai, kurangnya kreatifitas, ketidakmampuan melihat peluang, dan masih banyak hal-hal lain yang membuat seseorang melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat, spesialisasi, maupun karakteristik kepribadian.

Penempatan posisi pekerjaan yang tidak sesuai dengan tipe kepribadian seseorang akan menimbulkan tidak berjalannya job desk pada posisi pekerjaan tersebut dan dapat mengakibatkan kerugian, baik bagi pihak perusahaan maupun pekerja itu sendiri. Coba Anda bayangkan ketika seorang Front Liner, Public Relations, maupun posisi pekerjaan lain yang membutuhkan pribadi extrovert, diberikan pada orang dengan kepribadian introvert atau seorang dengan ketelitian rendah namun ditempatkan pada bagian finance, maka kemungkinan untuk terjadinya 'miss' akan sangat besar dantentunya akan sangat berdampak pada kemajuan perusahaan. Hal inilah yang seringkali diabaikan bukan hanya oleh perusahaan, namun juga individu, baik yang sudah bekerja maupun sedang mencari pekerjaan. Individu yang melakukan pekerjaan tidak sesuai passion maupun kepribadiannya, akan merasa sangat tertekan dan pekerjaan akan menjadi begitu membosankan baginya, sehingga tidak heran bila kinerja dan produktifitasnya akan sulit untuk meningkat dan hal tersebut akan sangat berdampak pada tidak tercapainya target perusahaan.

Untuk meminimalisir hal tersebut, saat ini telah banyak perusahaan maupun individu yang menggunakan Face Reading. Ilmu Face Reading sebagai cabang ilmu Psikologi yang khusus menganalisa kepribadian dan potensi yang dimiliki seseorang melalui wajah dengan tingkat akurasi hampir 92% telah banyak digunakan oleh berbagai perusahaan dan individu untuk menentukan jenis pekerjaan yang sesuai dengan tipe kepribadian dan potensi yang dimiliki oleh calon karyawan. Bagi perusahaan, hal tersebut akan meminimalisir kesalahan pemberian posisi pekerjaan (positioning) pada calon karyawan, sehingga akan lebih memaksimalkan pencapaian target-target yang telah ditentukan oleh perusahaan. Bagi para individu (calon karyawan / pencari pekerjaan) hal tersebut akan menuntun mereka pada jenis pekerjaan yang tepat dan lebih menghemat waktu mereka saat mencari maupun memasukan lamaran pekerjaan.

Face Reading juga telah menjadi salah satu unsur vital dalam sesi penerimaan karyawan (rekruitmen) yang lebih simple, mudah, dan akurat. Begitu banyak perusahaan yang masih menggunakan sesi interview dengan pola yang sama untuk mengetahui kepribadian dan potensi yang dimiliki oleh seorang calon karyawan, padahal saat ini, hal tersebut sangat mudah untuk dimanipulasi, ditambah dengan banyak beredarnya buku-buku, pelatihan, dan tips-tips menghadapi interview pekerjaan yang membuat sesi interview biasa sudah tidak sesuai lagi untuk diterapkan, yang hanya akan memunculkan sikap manipulatif pada diri calon karyawan dan akan berpengaruh terhadap kinerjanya di masa mendatang.

Face Reading banyak digunakan selain karena akurasi yang tinggi dalam menganalisa kepribadian, potensi, dan kelemahan yang dimiliki seseorang, juga lebih menguntungkan bagi pihak perusahaan. Pihak perusahaan akan lebih menghemat waktu dan biaya, sehingga tidak perlu melakukan perekrutan karyawan berulang-ulang hanya karena kesalahan dan ketidakakurasian dalam seleksi calon karyawan. Hal tersebut yang mendasari mengapa banyak perusahaan dan individu profesional yang lebih memilih menggunakan Face Reading sebagai bagiann penting dalam proses rekruitmen dan pemilihan pekerjaan yang sesuai dengan kepribadian, kelemahan, dan potensi yang dimiliki.

Nanda Vermoorder yang telah lama berkecimpung di dunia Face Reading, telah banyak menangani individu-individu yang ingin mengetahui kepribadian dan jenis pekerjaan spesifik yang sesuai dengan karakter, kepribadian, kelemahan, dan potensi yang mereka miliki. Nanda Vermoorder juga telah banyak membantu berbagai perusahaan Nasional dan Multinasional dalam melakukan seleksi calon karyawan yang sesuai dengan keinginan dan standar perusahaan. Bagi Anda, baik perusahaan maupun individu profesional yang ingin menggunakan Face Reading dalam proses rekruitmen karyawan, melaksanakan pelatihan maupun ingin lebih mengenali dan mengetahui kepribadian, kelemahan, potensi serta jenis pekerjaan spesifik yang sesuai, anda dapat menghubungi kami melalui form kontak yang ada pada website ini maupun langsung mengirikan email ke manajemen kami di : nandavermoorder@gmail.com

Tuesday, February 16, 2016

Ahok - "Singa Berhati Panda"

Saya yakin bahwa sebagian besar dari anda yang membaca tulisan saya ini mengenal sosok Basuki Tjahja Purnama atau yang sering dipanggil Ahok. Pria yang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta ini merupakan pribadi dengan fokus yang mudah terpecah (kontur dahi kotak). Hal tersebut tidak jarang membuat dirinya harus menampung dan memikirkan banyak hal dalam waktu yang bersamaan. Pria kelahiran Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966 ini juga merupakan pribadi yang dipengaruhi motif fisik (kontur dagu panjang). Berdiam diri terlalu lama justru membuat dirinya gelisah, sehingga dia lebih menyukai aktifitas-aktifitas fisik yang mana juga merupakan salah satu bagian untuk menyalurkan besarnya energi yang dimilikinya.

Putra pertama dari pasangan Alm. Indra Tjahja Purnama dan Buniarti Ningsing ini juga merupakan pribadi yang pandai menghalau kritik (filtrum panjang). Hal tersebut menjadikannya pribadi yang tidak terlalu peduli atau dapat dikatakan "masa bodoh" dengan berbagai macam kritikan yang diarahkan kepadanya, hal tersebut juga diperkuat dengan kemampuan koordinasi yang dimilikinya. Suami dari Veronica ini juga pribadi yang tidak mudah percaya dengan apa yang didengar maupun diterimanya. Ia membutuhkan berbagai faktor pendukung yang sangat kuat untuk dapat mempercayai suatu hal.

Dibalik gaya bicaranya yang 'ceplas-ceplos', Ahok merupakan pribadi yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ia selalu merasa penasaran terhadap hal-hal baru maupun hal-hal yang dirasa tidak sesuai menurut pandangan dirinya. Pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur ini juga memiliki resistensi otomatis yang sangat kuat (kontur dagu lancip), sehingga jangan heran bila banyak orang yang menilai dirinya sebagai sosok 'pembangkang'. Suami dari Veronica ini juga memiliki sisi toleran yang lebih dominan diturunkan dari sang ibu. Walaupun sebagian orang menganggap Ahok sebagai sosok yang keras, beliau sebenarnya merupakan pendengar yang baik. Ia melakukan hal tersebut dengan caranya sendiri, yang mungkin sebagian orang tidak menangkap hal tersebut. Pria yang telah dikaruniai 3 orang anak ini memiliki pola pemikiran objektif, ia cenderung menggunakan pengalaman-pengalaman masa lampau untuk menyikapi suatu kejadian atau hal yang sedang dihadapinya. Banyak pihak menilai ia sebagai pribadi yang kasar, namun tahukah anda jika sebenarnya ia memiliki sisi ministratif, yang menjadikannya sebagai sosok yang suka menolong, yang mana ia menunjukan hal tersebut dengan cara yang berbeda dari orang pada umunya. Itulah mengapa saya memberikan judul "Singa Berhati Panda", karena dibalik sosoknya yang sering dinilai keras bahkan kasar, beliau masih memiliki sisi humoris, lemah lembut, dan manusiawi, yang ditunjukkan dengan caranya sendiri.

Itulah sedikit gambaran tentang Basuki Tjahja Purnama atau yang kerap disapa Ahok. Apa yang saya sampaikan hanya untuk memberi informasi dan pengetahuan tentang sosok fenomenal di DKI Jakarta tersebut. Informasi yang saya sampaikan adalah netral dan apa adanya dan saya menulis hasil analisa tersebut dengan kapasitas saya sebagai seorang face reader, bukan yang lain. Saya berharap, apa yang saya sampaikan dapat bermanfaat dan memberikan wawasan lebih bagi anda.

-Nanda Vermoorder-

Wednesday, February 10, 2016

Menelisik Potensi Kriminal melalui Wajah

Hampir setiap menit kita melihat berita-berita kriminal yang terjadi di setiap pelosok daerah, dari berbagai belahan dunia, baik dari media cetak maupun dari media elektronik. Tindakan kriminal yang terjadi pun beragam, mulai dari pembunuhan, penipuan, pemerkosaan, penculikan, penganiayaan, perampokan, dan lain sebagainya.

Hal tersebut pun didasari oleh banyak faktor, seperti balas dendam, masalah ekonomi, gangguan psikologi, ketidakpuasan, kecemburuan, lingkungan sosial, dan berbagai macam hal lainnya. Hal kriminal tersebut dilakukan oleh para pelaku demi mencapai tujuan yang mereka harapkan untuk nantinya mendapat kepuasan sesuai dengan yang mereka inginkan. Ada seseorang yang hanya melakukan satu jenis perbuatan kriminal, namun ada pula individu yang melakukan lebih dari satu tindakan kriminal. Tahukah anda bahwa sebenarnya setiap manusia memiliki kecenderungan kriminal ? Artinya, setiap manusia atau individu memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan kriminal dengan jenis tertentu, apakah itu menganiaya, mencuri, memperkosa, merampok atau bahkan membunuh. Dari mana dasar hal tersebut ? 

Johann Kaspar Avater merupakan orang pertama yang percaya akan adanya hubungan antara wajah dengan tindakan kriminalitas. Lalu, Cesare Lambroso, seorang kriminolog Italia dan pendiri Sekolah Kriminal Italia melakukan penelitian pada manusia dan primata simian dan menemukan bahwa ada yang disebut Born Criminal, dimana manusia yang memiliki ciri fisik tertentu memang 'ditakdirkan' untuk menjadi kriminal. Selain Lambroso, ada pula teori William Sheldon (1942), yang mana ia menggunkan somatype atau bentuk tubuh untuk melihat potensi kriminal seseorang. Ada tiga bentuk tubuh yang dijabarkan oleh Sheldon, yaitu Ectomorph, Endomorph, dan Mesomorph.

Dalam dunia face reading, wajah merupakan sebuah inner blueprint diri seseorang. Melalui wajah pula, bisa didapatkan informasi tentang potensi-potensi sebuah tindak kriminal yang akan dilakukan oleh seseorang. Berbagai aspek dapat memberikan petunjuk tentang hal tersebut, seperti lebar rahang, bentuk wajah, alur alis, kontur mata, kontur kepala, dan aspek lainnya yang ada di bagian wajah dan kepala. Saya akan mencontohkan secara sederhana tentang penggunaan face reading untuk menganalisa potensi tindakan kriminal yang dimiliki seseorang.

Sebelum anda mulai berbicara dengan seseorang, anda akan melihat wajah dari orang tersebut selama per sekian detik, kemudian melanjutkan untuk melihat pada aspek lain, seperti pakaian, cara berjalan, apa yang ia bawa, dan hal-hal lainnya. Saya contohkan, orang yang memiliki kontur wajah lebar, dengan kontur sudut dagu tegas, dan kontur dahi kotak merupakan indikasi bahwa individu tersebut memiliki potensi kriminal dengan jenis pencurian. Namun, apakah beberapa aspek di atas sudah bisa memastikan bahwa orang tersebut memiliki potensi kriminal mencuri ? Tentu saja tidak ! Banyak aspek lain pada bagian wajah dan bahasa tubuh yang harus diperhatikan dan diamati untuk memperkuat anggapan tersebut. Ingat, apa yang saya sampaikan merupakan indikasi, potensi, kemungkinan, dan bukan sesuatu hal yang absolute mupun pasti, karena anda harus mengerti bahwa anda tidak bisa melakukan penilaian secara pasti kepada seseorang hanya dengan satu kali pertemuan maupun pengamatan. Anda harus tahu bahwasannya tingkah laku manusia sangat fluktuatif dan berkaitan erat dengan mood mereka. Tapi bukan berarti ilmu tersebut tidak dapat digunakan, karena dengan mengetahui potensi kriminal yang dimiliki seseorang, anda dapat lebih mengenali seseorang dan lebih berhati-hati saat anda dekat maupun menjalin hubungan (asmara, bisnis, dan sebagainya) dengan orang tersebut.

-Nanda Vermoorder-

Friday, February 5, 2016

Jessica Kumala Wongso - Pribadi yang Totalitas

Nama Jessica Kumala Wongso begitu 'meledak' dan menjadi bahan perbincangan dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin yang meninggal di sebuah kafe di mall kawasan Jakarta Pusat akibat meminum kopi yang bercampur dengan zat sianida. Publik pun dibuat penasaran tentang siapa Jessica Wongso sebenarnya dan bagaimana latar belakangnya. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk mengulas kepribadiannya melalui analisa face reading.

Jessica Kumala Wongso, sahabat dari Wayan Mirna ini merupakan pribadi yang memiliki resistensi otomatis yang tinggi (kontur dagu runcing). Orang dengan kontur dagu tersebut akan memiliki 'pertahanan' yang dapat muncul dengan spontan, orang jawa sering menyebutnya sebagai sifat 'ngeyel'. Wanita yang telah memiliki status Permanen Residen Australia ini adalah wanita yang memiliki jiwa petualang tinggi (kontur pipi yang menonjol). Hal tersebut membuat dirinya menyukai hal-hal baru dan selalu dirundung rasa penasaran untuk mencoba sesuatu yang baru pula. Jiwa petualang tinggi tersebut diperkuat dengan tipikal dirinya yang menyukai aktivitas-aktivitas bermotif fisik (kontur dagu panjang). Pribadi yang menyukai aktifitas motif fisik akan cepat mengalami kegelisahan yang tinggi bila hanya berdiam diri tanpa melakukan aktifitas yang berhubungan dengan fisiknya. 

Wanita yang menyelesaikan sarjana di Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia pada tahun 2008 tersebut juga termasuk pribadi yang pandai mengahalau kritik (filtrum panjang). Ia bisa menganggap santai berbagai kritikan yang datang kepadanya secara santai. Ia juga merupakan wanita yang memiliki kepercayaan diri tinggi (kontur wajah lebar). Ia juga pribadi yang konservatif (kontur dahi lonjong), yang menandakan bahwa dirinya merupakan pribadi yang memiliki fokus yang baik dan tidak mudah bosan. Jessica juga tipe wanita yang cukup selektif, sehingga tidak heran bila sebagian orang menganggap ia sebagai sosok yang introvert. Cekung matanya yang dalam mengindikasikan jika ia adalah orang yang sangat serius (tidak suka main-main), sehingga apabila ia ingin melakukan sesuatu hal, ia akan melakukannya dengan sungguh-sungguh dan totalitas.

Wanita yang pernah bekerja sebagai studio manager di Tendem Grup ini juga memiliki mood swing yang begitu cepat (kontur wajah asimetris), tidak jarang hal tersebut bisa membingungkan teman-teman dan orang-orang di sekitarnya. Ia bukan sosok yang suka banyak bicara (bibir atas tipis), hal tersebut bisa memberikan gambaran bahwa ia bukan wanita yang mudah bercerita tentang apa yang dirasakannya (curhat) dan cenderung untuk menyimpannya sendiri. Wanita yang juga pernah bekerja di LaCorium Health Insurance International sebagai desainer grafis ini juga sosok yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi (kepo), maka dari itu jangan heran bila ia akan mencari sebuah jawaban akan hal yang membuatnya penasaran. 

Itulah sebagian karakter kepribadian Jessica Kumala Wongso yang saya dapatkan dari analisa face reading. Semoga penjabaran singkat saya tentang Jessica tersebut dapat memberikan gambaran tentang sosok yang sering dibicarakan publik belakangan ini. Mengenai bersalah atau tidak dirinya dalam kasus kematian Wayan Mirna, mari kita serahkan kepada pihak yang berwajib


-Nanda Vermoorder-

Friday, September 28, 2012

Deja Vu Bukan Mistis !

Saat anda berada di suatu tempat, lalu berdiam sejenak, kemudian tiba-tiba anda merasa pernah berada di tempat tersebut dengan tatanan posisi dan orang-orang yang sama. Pernahkah anda mengalami seperti itu ? Bila pernah, artinya Anda pernah mengalami fenomena yang dikenal sebagai deja vu.

Deja vu dalam bahasa Perancis, yang artinya “pernah melihat”. Deja vu sendiri didefinisikan sebagai pengalaman munculnya perasaan pernah melihat maupun mengalami situasi saat ini, meski keadaan daripada pengalaman sebelumnya tidak pasti dan tidak terbayangkan. Definisi tersebut diambil dari buku berjudul L’Avenir des sciences psychiques (Émile Boirac). Dalam pembahasan yang berifat ilmiah, anda tidak akan menemukan teori yang menyatakan bahwa deja vu berkaitan dengan indra keenam, telepati, maupun mistis. Para peneliti memandang deja vu sebagai kesalahan persepsi memori, yang mana ketika otak memilah secara kolektif fitur dari sebuah pengalaman untuk menimbulkan ingatan masa lalu, sehingga menipu pikiran orang tersebut seolah-olah ia pernah mengalami hal atau kejadian tersebut. 

Setiap individu memiliki kenangan yang tersimpan, yang hadir dari berbagai aspek kehidupan, bukan hanya pengalaman diri sendiri namun termasuk film, gambar yang pernah disaksikan, atau buku-buku yang pernah dibaca. Seseorang bisa memiliki kenangan yang sangat kuat dari hal yang pernah dibaca maupun melihat tanpa benar-benar mengalaminya, dan seiring waktu, kenangan tersebut dapat terdorong kembali ke dalam pikiran. Ketika seseorang melihat maupun mengalami sesuatu yang sangat mirip dengan salah satu kenangan, maka muncul deja vu. Menurut Sno (Ahli Psikologi dari Belanda), memori manusia bekerja dengan cara analog. Pengalaman deja vu terjadi saat suatu situasi saat ini, secara menipu, cocok dengan salah satu gambar-gambar kabur dari peristiwa masa lalu. Ini seperti meyakinkan diri sendiri bahwa Anda mengenali seseorang dalam gambar kamera keamanan yang buram.

Robert Efron menguji gagasan "deja vu didaarkan bagaimana otak seseorang memproses informasi baru dan bagaimana menyimpan memori jangka panjang dan jangka pendek" di Rumah Sakit Veteran di Boston pada tahun 1963, dan menjadi teori yang paling valid hingga sekarang. Ia mengusulkan bahwa respon neurologis yang tertunda dapat menyebabkan deja vu. Karena informasi masuk ke dalam pusat-pusat pengolahan otak melalui lebih dari satu jalur, maka kemungkinan terjadi pencampuran informasi yang tidak tersinkronisasi secara tepat. Sebuah studi yang dilakukan oleh psikolog Alan Brown dan Elizabeth Marsh, dipublikasikan dalam Psychological Science di tahun 2009, secara signifikan memperluas teori “persepsi ganda” yang menghasilkan deja vu, menunjukkan bahwa kilasan adegan bisa terasa tampak akrab bila sepenuhnya dirasakan beberapa saat kemudian. Bisa digambarkan seperti ini, seseorang sedang duduk di sebuah cafe, sambil melihat orang-orang di sekitarnya, orang tersebut bermain game di komputer tabletnya. Beberapa saat setelah bermain game, orang tersebut melihat sekelilingnya dan ia merasakan bahwa ia sudah berada di tempat tersebut sejak lama. Dari teori tersebut, kilasan awal menciptakan memori lemah tanpa konteks ruang dan waktu. Bila seseorang kemudian secara sadar mendaftarkan adegan tersebut, maka otak menghubungkan dua memori dan di situlah orang tersebut memperoleh perasaan yang aneh. Alan Brown dan Elizabeth Marsh menciptakan ulang pengalaman tersebut dalam laboratorium dengan menggunakan simbol-simbol yang unik. Dalam percobaan itu, simbol-simbol tersebut melintas pada tingkat subliminal di monitor komputer, diikuti dengan pandangan jangka panjang simbol yang sama atau berbeda, atau sama sekali tidak ada simbol. Saat kilasan itu diikuti dengan simbol yang identik, para partisipan lima kali lebih mungkin untuk mengatakan bahwa mereka sudah pernah melihat simbol-simbol tersebut sebelum percobaan.

Semoga apa yang saya sampaikan di atas, sedikit banyak dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada anda tentang fenomena deja vu, serta membuat anda lebih membuka pikiran dan peka akan setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan anda. Hati-hati terhadap pikiran, karena bisa jadi pikiran anda sedang menipu diri anda.

-Nanda Vermoorder-

Analisa Kepribadian Bill Gates Berdasarkan Face Reading

Saya yakin jika sebagian besar dari anda mengenal sosok seorang Bill Gates. Ia merupakan pribadi yang senang berada di situasi-situasi "berat", bahkan bisa dibilang ia suka berdebat akan hal - hal yang kurang tepat menurut pemikirannya (dagu kotak). Pria yang berusia 60 tahun ini juga sosok yang sangat senang bekerja atau dapat dikatakan workaholic, dan ia sangat menyukai hal-hal baru (dahi kotak). Tidak jarang bagi sebagian orang-orang di sekitarnya, ia dianggap sebagai orang yang mudah bosan. Sejak muda, ia merupakan pribadi yang memiliki tingkat analistis tinggi. Kontur tipnose bulat sangat menggambarkan dirinya yang memiliki rasa ingin tahu tinggi.

Mantan bos Microsoft ini juga banyak dipengaruhi motif fisik. Ia akan merasa gelisah jika hanya berdiam diri saja, maka bukan hal yang mengagetkan jika ia suka mengeksplorasi tempat - tempat baru dan travelling. Tidak jarang pula, suami dari Melinda Gates ini menanggapi kritik secara berlebihan (filtrum pendek), namun di lain sisi ia juga memiliki sisi humoris.

Pendiri Bill & Melinda Gates Foundation ini juga pribadi yang pandai dalam hal - hal mekanis (alis lengkung). Ia mampu menggabungkan satu hal dengan hal lainnya sehingga terciptalah hal yang baru. Bukan hal yang aneh jika ia mampu menciptakan banyak program komputer yang sampai saat ini dipakai oleh hampir semua orang di seluruh dunia. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 ini juga pernah menjadi orang terkaya no. 1 di dunia. Hal ini sangat dipengaruhi oleh sisi administratif yang dimilikinya (batang hidung lurus). Sisi administratif tersebut menjadikannya sebagai pribadi yang sangat ketat dalam mengatur setiap hal. Selain itu, ia juga bukan pribadi yang hedonis, hal tersebut ditunjukkan dari sikapnya yang tidak begitu royal. Ia menganggap bahwa sikap royal harus diberikan pada kondisi yang memang mengharuskannya untuk bersikap seperti itu, dan bukan untuk hal yang tidak penting dan berguna. Sikap filantropisnya menjadikan sikap kurang royalnya itu menjadi terarah pada hal yang positif.

Ia pribadi perintis (sisi telinga lurus), ia senang menciptakan dan membangun hal-hal baru. Dalam perjalanan hidupnya hingga sekarang, ia termasuk pribadi yang untoleran (jarak antar mata sempit), dengan kata lain ia sangat ketat dalam melakukan sesuatu hal. Bagi sebagian orang di sekitarnya, ia sering dinilai sebagai sosok yang perfeksionis. Baginya, segala sesuatu hal dapat dilakukan dengan cara yang sempurna. Pria yang telah memiliki tiga orang anak ini juga sosok yang memiliki tingkat kecemasan tinggi, tak jarang banyak hal dipikirkannya secara bersamaan dalam satu waktu, sehingga hal tersebut sering membuatnya kehilangan fokus.

Nanda Vermoorder

Analisa Kepribadian Tukul Arwana Berdasarkan Face Reading

Siapa yang tidak kenal dengan Tukul Arwana, komedian aktor, dan juga host ini merupakan salah satu artis tersukses di Indonesia. Ia merupakan pribadi yang sangat berorientasi ke masa depan, selain itu ia juga seorang yang senang bekerja / workaholic (kontur dahi kotak). Pria kelahiran kota Semarang ini memiliki tingkat kecemasan yang cukup tinggi. Banyak hal-hal yang dipikirkannya, sehingga tidak jarang hal tersebut sangat mengganggu fokusnya terhadap pekerjaan dan hubungan interpersonalnya.


Namun hal tersebut tidak terlalu mengkhawatirkan, karena suami dari Susiana ini memiliki sisi administratif (kontur hidung lurus) dan koordinatif (kontur alis lengkung tajam) yang baik. Karakter tersebut bisa meng-cover kecemasan tingginya tersebut. Pria kelahiran 16 Oktober 1963 ini juga merupakan sosok yang tegas, ia memiliki sisi untolerant (jarak antar mata sempit). Kepribadian tersebut menjadikannya sosok yang tidak mentolerir kesalahn, walaupun kecil sekalipun. Tidak jarang orang-orang di sekitarnya menganggapnya sebagai pribadi yang perfeksionis.

Ayah dari Novita Eka Afriana dan Wahyu Jovan Utama ini juga banyak dipengaruhi motif fisik (kontur dagu panjang). Hal tersebut membuat dirinya menjadi pribadi yang mudah gelisah bila hanya berdiam diri saja. Ia merupakan pribadi yang sangat tidak cocok untuk bekerja "di belakang" meja. Ia memiliki power yang besar, yang harus disalurkan melalui aktifitas-aktifitas fisik, seperti bekerja, olahraga, jalan-jalan, dan sejenisnya. Ia juga pribadi yang pandai menghalau kritik (filtrum panjang), sehingga ia tidak terlalu khawatir apabila ada kritik pedas yang menghampirinya. Orang yang memiliki filtrum panjang biasanya juga memiliki selera humor, namun cenderung garing

Pria bernama asli Riyanto ini juga memiliki kebiasaan untuk selalu ingin tahu tentang hal-hal yang terjadi di sekitarnya maupun yang sedang dialami oleh orang-orang di sekelilinganya atau biasa anak jaman sekarang menyebutnya "kepo" (tipnose bulat). Tidak jarang sikap tersebut membuat sebagian pihak tidak nyaman. Namun untungnya, ia juga merupakan pendengar yang cukup baik (Telinga lebar ke depan), yang mampu menyeimbangkan rasa ingin tahunya yang begitu tinggi. Sehingga tidak jarang pula rekan-rekan maupun orang-orang terdekatnya merasa nyaman saat curhat dengan pria yang pernah bermain untuk beberapa film layar lebar ini.

Presenter acara "Bukan Empat Mata" ini juga suka berada pada posisi pemimpin, walaupun kepribadian tersebut tidak terlalu terlihat oleh sebagian orang. Suasana hatinya juga mudah berubah dan ekspresi emosionalnya begitu rendah, hal tersebut menjadikan rekan-rekan maupun orang-orang di sekitarnya sulit untuk mengetahui apa yang sedang dirasakan olehnya saat itu. Butuh kepekaan yang lebih untuk bisa mengetahui apa yang sedang dirasakan atau dialami oleh Tukul Arwana. Ia juga tipikal pemikir objektif (dahi condong kebelakang). Ia mampu merespon suatu kejadian secara cepat, hal tersebut sangat dibutuhkan dalam situasi tertentu yang memang membutuhkan respon cepat. Namun di lain sisi, pemikir objektif akan segera bereaksi dan merespon suatu hal, tanpa mengetahui fakta secara keseluruhan dan mendalam. Pria yang pernah menjadi supir pribadi ini juga senang berada pada kondisi yang "berat", dengan kata lain ia senang berada pada situasi-situasi yang melibatkan dirinya secara penuh, seperti perencanaan yang mengharuskan dirinya berdebat argumen, penyusunan sebuah pekerjaan, dan lain sejenisnya. Hal itu cukup baik bagi perkemabngan karirnya di masa mendatang.

Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat baik bagi pribadi yang bersangkutan (Tukul Arwana-red) maupun bagi para penggemar beliau.

Nanda Vermoorder

Analisa Kepribadian Syahrini Berdasarkan Face Reading

Wanita yang berprofesi sebagai penyanyi ini merupakan pribadi dengan tingkat percaya diri tinggi (kontur wajah lebar) serta pribadi yang royal (kontur bibir bawah tebal). Royal dapat diartikan bukan hanya dalam hal materi, namun juga waktu, tenaga, dan lain sebagainya.

Dara cantik kelahiran 1 Agustus 1982 ini juga memiliki sisi koordinatif yang baik serta pecinta estetika. Pemilik sifat tersebut cenderung terlihat sebagai pribadi yang perfeksionis, ia mengharapkan segalanya tertata dan berjalan sesuai yang diinginkannya. Hal tersebut diperkuat dengan sisi toleran rendah yang dimilikinya (jarak antar mata berdekatan). Dapat diartikan, sifat tersebut membuatnya tidak mentolerir kesalahan-kesalahan kecil yang seharusnya tidak boleh dilakukan atau terjadi. Sifat pemilih yang dimilikinya juga menjadikannya pribadi yang bersifat formal (jarak antar atas mata dan dasar alis bejauhan), artinya ia pribadi yang sangat hati-hati dan rinci dalam menentukan sesuatu, selain itu ia bukanlah pribadi yang mudah untuk menerima sesuatu 'mentah-mentah'. Sifat tersebut pula yang menjadikan ekspresi emosionalnya rendah, sehingga sering membuat orang di sekitarnya salah tafsir akan apa yang sedang dirasakannya. Sifat keras kepala di awal juga menjadikan dirinya sering dianggap sosok yang sulit menerima masukan, padahal ia termasuk sosok yang butuh proses pendekatan panjang untuk bisa menerima masukan yang ditujukan kepada dirinya. Sifat tersebut sangat berkaitan erat dengan sifat formal dan pemilih seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Walau begitu, putri pasangan dari (alm) Dadang Zaelani dan Wati Nurhayati ini memiliki daya tarik yang tinggi. Sifat tersebut didukung pula oleh sifat konservatif yang dimilikinya (kontur dahi lonjong). Sifat tersebut menjadikannya pribadi yang tidak mudah bosan akan suatu hal. Pribadi konservatif biasanya akan benar-benar menjaga apa yang ia miliki. Mantan rekan duet Anang Hermansyah ini juga merupakan pribadi yang pandai menghalu kritik (filtrum panjang). Hal tersebut tentu sangat membantu dirinya, saat ada banyak pihak yang memberikan kritik terhadapnya karena hal-hal tingkah laku kontroversial yang sering ia lakukan. Jangan heran pula jika ia sering berjalan-jalan ke berbagai negara, karena wanita glamour ini banyak dipengaruhi oleh aktifitas fisik (kontur dagu pendek). Sehingga, berdiam diri hanya akan membuat dirinya menjadi gelisah.Wanita yang berprofesi sebagai penyanyi ini merupakan pribadi dengan tingkat percaya diri tinggi (kontur wajah lebar) serta pribadi yang royal (kontur bibir bawah tebal). Royal dapat diartikan bukan hanya dalam hal materi, namun juga waktu, tenaga, dan lain sebagainya.

Dara cantik kelahiran 1 Agustus 1982 ini juga memiliki sisi koordinatif yang baik serta pecinta estetika. Pemilik sifat tersebut cenderung terlihat sebagai pribadi yang perfeksionis, ia mengharapkan segalanya tertata dan berjalan sesuai yang diinginkannya. Hal tersebut diperkuat dengan sisi toleran rendah yang dimilikinya (jarak antar mata berdekatan). Dapat diartikan, sifat tersebut membuatnya tidak mentolerir kesalahan-kesalahan kecil yang seharusnya tidak boleh dilakukan atau terjadi. Sifat pemilih yang dimilikinya juga menjadikannya pribadi yang bersifat formal (jarak antar atas mata dan dasar alis bejauhan), artinya ia pribadi yang sangat hati-hati dan rinci dalam menentukan sesuatu, selain itu ia bukanlah pribadi yang mudah untuk menerima sesuatu 'mentah-mentah'. Sifat tersebut pula yang menjadikan ekspresi emosionalnya rendah, sehingga sering membuat orang di sekitarnya salah tafsir akan apa yang sedang dirasakannya. Sifat keras kepala di awal juga menjadikan dirinya sering dianggap sosok yang sulit menerima masukan, padahal ia termasuk sosok yang butuh proses pendekatan panjang untuk bisa menerima masukan yang ditujukan kepada dirinya. Sifat tersebut sangat berkaitan erat dengan sifat formal dan pemilih seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Walau begitu, putri pasangan dari (alm) Dadang Zaelani dan Wati Nurhayati ini memiliki daya tarik yang tinggi. Sifat tersebut didukung pula oleh sifat konservatif yang dimilikinya (kontur dahi lonjong). Sifat tersebut menjadikannya pribadi yang tidak mudah bosan akan suatu hal. Pribadi konservatif biasanya akan benar-benar menjaga apa yang ia miliki. Mantan rekan duet Anang Hermansyah ini juga merupakan pribadi yang pandai menghalu kritik (filtrum panjang). Hal tersebut tentu sangat membantu dirinya, saat ada banyak pihak yang memberikan kritik terhadapnya karena hal-hal tingkah laku kontroversial yang sering ia lakukan. Jangan heran pula jika ia sering berjalan-jalan ke berbagai negara, karena wanita glamour ini banyak dipengaruhi oleh aktifitas fisik (kontur dagu pendek). Sehingga, berdiam diri hanya akan membuat dirinya menjadi gelisah.

-Nanda Vermoorder-

Analisa Kepribadian Wendy Cagur Berdasarkan Face Reading

Pria yang tergabung dalam grup lawak 'Cagur' ini merupakan pribadi yang imajinatif. Ia senang membayangkan hal-hal baru, yang nantinya bisa direalisasikan sesuai harapannya. Pria bernama asli Wendy Armoko ini memiliki kecintaan pada estetika serta termasuk orang yang butuh pengakuan oleh lingkungan sekitarnya. Ia selalu ingin orang-orang di sekitarnya tahu akan kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Selain itu, tidak jarang pula fokus yang dimilikinya mudah terpecah (kontur dahi). Hal tersebut sering memperlambat dirinya dalam meraih tujuan yang sudah direncanakannya.

Pria kelahiran Jakarta, 8 Mei 1979 ini adalah laki-laki yang kompetitif. Ia selalu ingin berkompetisi dengan orang-orang di sekitarnya, khususnya se-profesi dengan dirinya. Hal tersebut diperkuat dengan percaya diri yang dimilikinya (kontur wajah lebar). Kedua sifat tersebut menjadikan pribadinya sebagai orang yang selalu siap untuk bersaing. Ayah dari Audie dan Kauki ini juga merupakan pribadi yang ramah (jarak antar dasar alis dan garis atas mata pendek). Ia bukanlah pribadi yang bersikap terlalu 'formal' dan kaku.

Sisi analistis yang dimiliki oleh suami dari Revti Ayu Natasya Ibrahim ini, diturunkan oleh ayahnya, Slamet. Sikap analistis tersebut bisa membantunya untuk lebih berhati-hati dalam melangkah, dalam memperhitungkan hal dan resiko, walaupun terkadang ia sering kehilangan fokus terhadap tujuan awal. Pria pecinta sepeda ini juga termasuk pribadi yang memiliki sifat keras kepala di awal. Artinya, untuk meluluhkan orang seperti ini perlu waktu yang cukup lama, sebelum nantinya ia akan menjadi pribadi yang bisa luluh sesuai yang diharapkan. Kemudian, putra pasangan dari Slamet dan Monalisa ini juga terkadang bisa menjadi pribadi yang menanggapi sesuatu secara berlebihan (filtrum pendek). Selain menanggapi sesuatu secara berlebihan, filtrum pendek juga menandakan ia pribadi yang pintar menciptakan humor.

Pria yang juga berprofesi sebagai presenter ini, memiliki sifat cukup royal khususnya pada orang-orang di lingkungannya. Ia bukan sosok yang selalu 'menggegam tangan' terhadap orang di sekitarnya. Selain itu, banyak aktifitasnya yang bersifat motif mental (dagu pendek). Orang-orang dengan motif mental biasanya akan lebih banyak dipengaruhi oleh aktifitas-aktifitas berpikir.

-Nanda Vermoorder-

Tayangan Pembodohan di Era Modern (01)

Bagi anda yang membaca artikel ini, tentunya anda pernah menonton acara televisi yang berhubungan dengan klenik maupun tentang pembuktian mahluk halus. Entah faktor apa yang membuat acara sejenis makin menjamur di era modern ini. Pemirsa televisi disuguhkan dengan berbagai adegan yang 'seolah-olah' sedang mengundang, memvisualisasi, maupun berkomunikasi dengan 'makhluk' tak kasat mata, di sebuah tempat yang dikatakan angker. Hal tersebut sering dilakukan oleh paranormal-paranormal modern, yang lebih mirip dengan seorang model (penampilan eksentrik dengan berbagai aksesoris dan rambut klimis), karena kembali pada tujuan awal (pondasi awal) bahwa acara tersebut dibuat sebagai hiburan (entertainment) bagi pemirsa penikmat acara tersebut.

Dari tujuan awal tersebut, yaitu hiburan (entertainment), seringkali acara yang disuguhkan lebih bersifat 'memaksakan' ide/konsep dan tidak terdapat unsur edukasi. Hal tersebut menjadikan tidak ada korelasi antara kenyataan yang akan dibuktikan dengan apa yang disuguhkan.  Seringkali, penonton malah di 'bodohi' dengan tontonan tersebut, yang mana seharusnya apa yang mereka lihat di televisi bukan hanya dapat memberikan sebuah edukasi nyata, namun bisa mereka nikmati dan lihat secara riil.
Namun pada kenyataanya, pemirsa hanya melihat orang-orang dengan penampilan eksentrik yang disebut 'paranormal', yang melakukan gerakan-gerakan layaknya pendekar dengan penjelasan bahwa mereka sedang mengundang maupun berinteraksi dengan makhluk A, B, C, dan sebagainya. Lalu, dari mana pemirsa tahu bahwa apa yang dilakukannya benar ? Dari mana pemirsa tahu bahwa apa yang mereka lakukan bukanlah akting belaka ? Toh yang mereka lakukan hanyalah gerakan-gerakan layaknya pendekar tanpa adanya wujud maupun tanda nyata dari apa yang mereka panggil atau visualkan (mahluk halus-red).

Dalam acara yang juga menyuguhkan sesi uji keberanian bagi orang awam untuk pembuktian tentang adanya makhluk halus, seringkali praktisi-praktisi juga menyatakan bahwa "Orang ini tidak bisa merasakan dan melihat makhluk di sekitarnya karena ia berani sekali ya..." atau "Biasanya semakin merasa takut seseorang, ia akan semakin mudah untuk dapat melihat maupun berinteraksi dengan makhluk halus di sekitarnya". Dari kata-kata tersebut, sebenarnya kita dapat mengulasnya dengan ilmu pengetahuan (science). Karena saat orang merasa takut, maka yang ada di dalam pikirannya hanyalah apa yang akan muncul di tempat tersebut. Biasanya yang muncul dalam pikirannya merupakan penggambaran-penggambaran dari apa yang hanya dikatakan oleh praktisi yang disebut 'paranormal' tersebut. Ketakutan yang dialami oleh orang awam (bukan pemberani) itu, menjadikan isi pikiran negatifnya menjadi sebuah sugesti yang mempengaruhi otak dan respon fisiknya. Sehingga, orang penakut lebih sering membuat visual akan hal-hal yang mereka takutkan, padahal dalam kenyataanya hal tersebut hanyalah isi ketakutan yang berlebihan dalam pikirannya.

Anda tentunya juga pernah menyaksikan dimana ada seseorang yang menemukan sebuah benda yang disebut pusaka dan dikatakan memiliki banyak manfaat, salah satunya adalah untuk santet. Sebenarnya santet sangat berhubungan erat dengan isi pikiran dan kepercayaan kita pada hal tersebut. Ingatkah anda, saat ada beberapa oknum yang akan melakukan santet dengan berbagai ritual pada presiden Amerika George W. Bush ketika ia datang ke Indonesia pada November 2008 lalu ? Apakah yang terjadi pada Bush saat menginjakan kaki di Indonesia ? Lalu apa yang terjadi padanya sepulang dari Tanah Air ? Ya, Tidak Terjadi Apapun pada Bush. Bahkan ia menikmati kunjungannya ke Indonesia. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ?
Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, bahwa santet hanyalah 'momok' dari pikiran dan kepercayaan anda. George W. Bush bukanlah orang yang percaya hal-hal seperti itu, sehingga pikirannya tidak merespon apapun yang berhubungan dengan hal yang disebut santet, bahkan bisa jadi ia tidak paham dengan apa itu santet. Sehingga saat ada berita yang mengatakan bahwa ia akan di santet saat akan ke Indonesia, maka otak dan pikirannya tidak memberi respon apapun, ditambah ia tidak percaya dengan hal-hal seperti itu. Mungkin, daripada ia sibuk memikirkan apa itu santet, lebih baik ia menikmati sate.

Bagi anda pemirsa televisi, jadilah penonton yang cerdas. Pilah setiap acara televisi yang anda saksikan, apakah acara itu layak untuk anda saksikan atau tidak, apakah acara tersebut memberikan edukasi maupun pengetahuan baru, lalu apakah acara itu nyata atau sekedar akting palsu belaka. Saya yakin, masyarakat saat ini, khususnya di Indonesia sudah cermat dalam memilih tayangan yang layak untuk disaksikan. Penting pula diperhatikan oleh pihak televisi agar membuat program tontonan yang berbobot, berkualitas, dan mengedukasi. Jangan pernah memaksakan sebuah ide yang tak memiliki korelasi dengan apa yang ditayangkan nantinya. Acara yang bersifat edukasi tidak selamanya membosankan ketika dikemas dengan jenis hiburan yang tepat dan berkualitas pula.

-Nanda Vermoorder-

Analisa Kepribadian Chika Jessica Berdasarkan Face Reading

Perempuan kocak yang memiliki nama asli Sisca Jessica ini termasuk pribadi yang mandiri, serta memiliki tingkat percaya diri yang tinggi (kontur wajah lebar). Perempuan kelahiran Bandung, 25 April 1988 ini juga pribadi yang begitu ramah, ia bisa beradaptasi dengan baik, khususnya dengan orang-orang baru (kontur atas mata dan dasar alis).

Sayangnya, perempuan yang juga berprofesi sebagai pembawa acara, penyanyi dan komedian ini memiliki fokus yang mudah terpecah, sehingga tidak jarang rasa mudah bosan sering menghampirinya (kontur dahi kotak). Selain itu, kontur filtrum pendek yang dimilikinya, menjelaskan bahwa ia pribadi yang sering menanggapi kritik secara berlebihan. Orang-orang yang memiliki filtrum pendek, biasanya akan lebih lama dalam hal filtrasi saran dan kritikan yang ditujukan kepada dirinya. Kembang Bandung pecinta Korea ini juga termasuk pribadi yang mudah dipengaruhi, khususnya secara eksternal. Dalam beberapa hal, kepribadian tersebut sering menjadikan dirinya menjadi pribadi yang 'plin-plan', dan tidak jarang pula membingungkan dirinya sendiri. Jarak antar mata yang berdekatan, juga menjadikan ia sebagai pribadi yang memiliki sisi toleran yang cukup rendah, dengan kata lain, kesalahan-kesalahan kecil yang diperbuat oleh orang-orang di sekitarnya, akan menjadi hal yang mestinya tidak boleh terjadi menurut pandangannya.

Di balik itu semua, perempuan yang memiliki potongan rambut mirip jamur ini adalah pribadi yang memiliki sisi koordinatif yang baik (kontur asli alis - lengkung). Sehingga dapat dikatakan, ia pandai dalam menggabungkan satu hal dengan hal lain hingga menciptakan hal yang baru. Selain itu, ia juga pribadi yang cukup royal (kontur bibir bawah-bold).

-Nanda Vermoorder-

Analisa Kepribadian Aura Kasih Berdasarkan Face Reading

Anda tentunya tidak asing dengan dara berparas cantik dan bertubuh seksi ini, ya, dialah Aura Kasih. Wanita kelahiran kota Bandung ini merupakan pribadi yang memiliki fokus yang mudah 'terpecah', dengan kata lain sifat mudah bosan dimiliki oleh wanita berambut panjang ini. Wanita yang memiliki tinggi badan sekitar 171 cm ini adalah pribadi yang selalu ingin menunjukkan skill terbaiknya di depan banyak orang atau dapat dikatakan bahwa ia selalu ingin terlihat 'menonjol' diantara orang-orang lain di sekitarnya.

Kembang Bandung yang menyukai sosok pria yang pintar ini adalah sosok yang pandai menghalu kritik (filtrum panjang) serta memiliki resistensi otomatis (dagu lancip) yang cukup tinggi. Kedua sifat tersebut saling berkaitan dalam tiap diri seseorang. Wanita yang mengawali karir sebagai finalis Miss Indonesia 2007 ini juga merupakan sosok yang selalu ingin tahu setiap informasi baru atau biasa orang menyebutnya "kepo" (tipnose bulat). Ia selalu ingin tahu apa yang terjadi pada orang-orang di sekitarnya dan lingkungannya. Sifat ini bisa menimbulkan dampak negatif, karena sifat ini bisa membuat seseorang masuk terlalu jauh pada zona pribadi seseorang.

Namun dibalik itu semua, wanita yang sekarang telah merambah dunia film ini memiliki kepribadian yang ramah (dasar alis dan garis mata berdekatan), ia bukanlah sosok yang angkuh dengan ketenaran yang telah ia dapatkan selama ini. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan perencanaan yang baik, kesukaannya pada estetika membuatnya menjadi pribadi yang cukup detail dalam berbagai hal. Penyanyi yang mempopulerkan lagu berjudul "Mari Bercinta" ini juga merupakan pribadi yang toleran (jarak antar mata berjauhan). Ia bukanlah pribadi yang mengharuskan segalanya berjalan sempurna, ia bisa memahami kesalahan-kesalahan wajar yang dilakukan orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut membuatnya menjadi pribadi yang berpikiran terbuka (open minded). Satu hal lagi, wanita yang pernah menjadi salah satu pemeran dalam film 'Asmara Dua Diana' ini adalah pribadi yang di dominasi oleh motif fisik (kontur dagu panjang). Ia adalah pribadi yang akan mengalami kecemasan tinggi bila tidak ada aktifitas yang dilakukannya, terlebih bila hal tersebut terjadi dalam waktu yang cukup lama.

-Nanda Vermoorder-

Analisa Kepribadian Vincent Rompies Berdasarkan Face Reading

Anda tentu tidak asing dengan pria humoris yang super gokil dan jahil ini, ya, dia adalah Vincent Rompies. Mantan basis dari grup band Clubeighties ini merupakan seorang pendengar yang baik (kontur telinga lebar kedepan). Dibalik sosoknya yg gokil, ia tidak akan setengah-setengah untuk mendengarkan curhat dari rekan-rekannya. Selain itu ia juga merupakan pribadi yang ramah, tidak menyukai hal-hal yang bersifat terlalu formal (jarak dekat antar dasar alis dan mata). Kepribadian tersebut diperkuat dengan sikap toleran yang dimilikinya (jarak antar mata berjauhan). Sikap toleran diartikan bukan pribadi yang kaku, dapat dikatakan ia adalah pribadi yang fleksibel.

Namun tahukah anda, dibalik sikapnya yang periang dan lucu, sebenarnya pria kelahiran 29 Maret 1980 ini adalah pribadi yang memiliki tingkat kecemasan tinggi. Hal ini terkadang bisa mempengaruhi aktivitasnya. Selain itu, pria yang juga berprofesi sebagai presenter ini juga memiliki analistis yang rendah. Hal tersebut sering membuatnya kurang kritis dalam memandang suatu hal. Vincent juga merupakan pribadi yang suka berdebat (kontur dagu kotak), apabila ada hal yang kurang cocok menurut pandangannya.

Dibalik sikap "gila"nya, ia juga merupakan pribadi yang jahil dan selalu ingin tahu akan setiap hal (kepo), hal ini bisa terlihat dari kontur tipnose yang bulat. Dibalik candaanya, pria yang sering membawakan acara bersama Desta ini adalah pribadi yang ekspresif dalam hal emosional. Sehingga kondisi emosionalnya mudah diketahui oleh orang lain. Kemudian, pria yang pernah meraih penghargaan Panasonic Gobel Awards 2012 ini adalah pribadi yang fokusnya mudah terpecah (kontur dahi kotak), hal tersebut bisa membuat orang di sekitarnya menganggap dirinya adalah pribadi yang mudah bosan.

Namun dibalik itu semua, pria yang pernah membentuk band 'The Cash' bersama Tora Sudiro dan Desta ini, juga merupakan pria yang pandai menghalau kritik yang menurutnya tidak sesuai dengan dirinya (kontur filtrum panjang). Bukan hanya itu, ia juga pribadi yang memiliki tingkat percaya diri yang tinggi (kontur wajah lebar). Satu hal lagi, ia adalah pribadi yang dipengaruhi motif fisik (kontur dagu panjang), sehingga dapat dikatakan bahwa pasangan dari Netta Puspita ini merupakan pribadi yang tidak bisa berdiam diri untuk waktu yang lama, karena hal tersebut bisa membuat dirinya menjadi gelisah.

-Nanda Vermoorder-

Fenomena "Dukun Modern"

Dewasa ini, kita sering melihat berbagai acara di televisi yang bertema horor, mistis, klenik, dan sejenisnya. Bersamaan dengan munculnya tayangan-tayangan seperti itu, banyak pula dukun maupun "paranormal" baru bermunculan untuk hadir dalam acara tersebut. Entah tuntutan maupun pembawaan asli, mereka yang sering disebut "orang pintar" tersebut justru berpenampilan layaknya pendekar, bahkan ada yang lebih pantas disebut sebagai model (dengan berbagai macam aksesoris di tubuh mereka).

Dalam tayangan-tayangan tersebut, penonton disuguhi acara yang berhubungan dengan pemanggilan hantu, pengambilan pusaka, mencari rekam jejak suatu tempat angker, serta lain sebagainya. Padahal, penonton tidak melihat wujudnya secara nyata, hanya melalui apa yang diucapkan "orang pintar" tersebut, melalui orang-orang yang bertingkah aneh (seperti perempuan, binatang, dan sebagainya), serta melalui benda-benda ebrgerak, yang ke-asliannya belum tentu riil. Mengapa ? Karena para pemirsa hanya menyaksikan melalui media televisi, tidak secara langsung, sehingga wajar apabila pemirsa televisi memiliki keraguan atas ke-aslian dari apa yang disaksikannya di layar televisi tersebut, ditambah lagi mereka tidak melihat wujud nyata dari apa yang dikatakan dari "orang pintar" tadi.

Banyak pula "dukun" baru yang membuka pengobatan alternatif, dengan bantuan media yang bagi sebagian orang sangatlah tidak wajar, seperti : telur, ayam hitam, dan sebagaianya. Hal tersebut mengingatkan saya pada tahun 2010, disaat saya berkenalan dengan seorang rekan yang mengaku seorang dukun. Saya dikenalkan pula dengan rekan-rekan se-profesinya. Rasa penasaran saya, membuat saya untuk menguak lebih jauh akan keaslian apa yang diucapkannya tersebut. Saat sampai ditempat kerjanya, ia menceritakan banyak hal tentang praktek perdukunannya. Saya pun sempat curiga dengan berbagai macam properti yang ada di tempat kerjanya tersebut, karena hampir sebagian besar pernah saya pelajari dalam dunia sulap (magic). Setelah berbicara banyak, apa yang saya khawatirkan tersebut ternyata benar. Semua yang dilakukannya adalah tehnik-tehnik dalam dunia sulap, begitu pula dengan apa yang dilakukan teman-temannya. Beberapa diantaranya adalah mengisi telur dengan benda-benda aneh (paku, jarum, rambut, dll), membuat sorban anti bakar, tehnik memasang "susuk", menggerakan benda-benda ringan, dan lain sebagainya.

Hal yang paling mencengangkan lagi, dia juga menjual benda-benda yang dikatakannya memiliki petuah, seperti keris dan batu akik. Ia menjual benda-benda tersebut kepada pejabat maupun orang-orang yang ingin mendapatkan keinginannya secara instan, seperti : jabatan, jodoh, pelarisan dagangan, dan lain sebagainya. Ia bisa menjual satu keris yang memiliki "isi" tersebut hingga 120 juta rupiah, padahal menurut pengakuannya, ia membeli keris tersebut hanya dengan harga 75 ribu hingga 150 ribu rupiah. Lalu, batu akik yang dijualnya bisa laku sampai dengan harga 500 ribu hingga 5 juta rupiah untuk satu batu, padahal ia membelinya dengan harga 10 ribu rupiah untuk satu plastik berisi 20 buah batu, di toko aksesoris. Ia juga menjual minyak yang dianggap bisa memudahkan jodoh dan menjadi pelaris dagangan, padahal yang ada di dalam botol tersebut hanyalah minyak wangi isi ulang. Ia bisa menjual minyak tersebut dengan harga 500 ribu rupiah / botol (5 ml). Banyak lagi hal-hal yang sering dilakukan "paranormal", yang sebenarnya bisa dilakukan oleh banyak orang. Karena sebenarnya, yang dilakukannya adalah gabungan dari beberapa ilmu, seperti biologi, fisika, dan psikologi (penanaman mindset).

Melalui artikel ini, diharapkan masyarakat bisa berpikir lebih "sehat", logis dan positif, khususnya dalam mencerna fenomena yang telah saya jelaskan di atas, dimana sangat marak belakangan ini. Apalagi, banyak pula oknum yang menggunakan agama sebagai kedok praktek yang dilakukannya. Apa yang saya tuliskan ini juga bukan untuk "membunuh" mata pencaharian mereka yang berprofesi sebagai dukun atau paranormal. Jika memang mereka memiliki kemampuan yang asli,riil, dan tidak menipu, sekiranya artikel saya ini bukanlah sebuah masalah.

-Nanda Vermoorder-