Thursday, September 27, 2012

Karakter Calon Presiden Indonesia 2014 Berdasarkan Analisa Face Reading (Part. 01)

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto adalah seorang mantan Danjen Kopassus, pengusaha, dan politisi. Ia mencalonkan diri sebagai calon presiden pada pemilu presiden Republik Indonesia 2014 ini. Karakter Prabowo Subianto dilihat dari pembacaan wajahnya (face reading) merupakan sosok yang tegas, cerdik, terbuka terhadap berbagai masukan, Ia juga termasuk sosok yang tidak sungkan dan tidak tertutup terhadap kritikan dan saran karena ia menyadari bahwa terkadang ia membutuhkan tambahan ide dan bantuan dalam menyelesaikan jalan keluar dalam suatu permasalahan. Tidak seperti yang banyak orang katakan (re : sadis), putra dari begawan ekonomi terkenal Soemitro Djojohadikoesoemo ini justru sosok yang baik, ramah, dan kritis dalam memandang suatu hal. Sosok yang cocok menjadi calon wakil presiden, yang mendampinginnya adalah sosok yang bisa meyakinkannya dalam mengambil setiap keputusan, yang bisa berbagi ide-ide segar dan bukan sosok yang kaku.



Joko Widodo (Jokowi)
Anda tentunya tidak asing dengan Joko Widodo atau yang biasa disapa Jokowi. Ya, dia adalah Gubernur DKI Jakarta yang mulai menjabat pada tahun 2012. Dari wajahnya sangat terlihat jelas bahwa ia bukanlah seorang yang mendapatkan kesenangan yang penuh dimasa kecilnya. Walaupun saat ini kinerjanya dianggap bagus untuk sebagian warga Jakarta, namun sebenarnya Jokowi adalah sosok yang kaku, memiliki ego yang cukup tingg. Namun walaupun begitu, ia adalah sosok yang mampu beradaptasi dengan waktu yang tidak terlalu lama dengan lingkungan barunya. Sosok yang sering memendam emosionalnya, namun karena hal tersebut ia mudah kehilangan fokusnya. Ia memiliki sisi idealis, namun mudah tergoyahkan (bisa dikatakan kehilangan konsistensi), yang mana hal yang menggoyahkannya sering datang dari internal diri dan lingkungannya.



Aburizal Bakrie (Ical; Bakrie)
Aburizal Bakrie merupakan salah satu pengusaha Indonesia yang sukses yang juga calon presiden dalam Pilpres 2014. Ia adalah seorang pemikir, cerdik, namun kurang konsisten. Selain itu, ia kurang kritis dalam mengamati fakta-fakta terbaru yang terjadi di sekitarnya, sehingga sering sekali apa yang menjadi keinginan dan tujuannya seringkali tidak tercapai. Bisa dikatakan, ia cukup pandai dalam memikat orang lain, pendekatan interpersonalnya cukup baik, pintar melihat suatu 'celah', namun ia kurang memperhatikan hal-hal lain yang berada dibalik 'celah' tersebut. Ego dalam dirinya mendominasi, sehingga ia cukup sulit untuk menerima masukan serta saran dari pihak lain. Dalam beberapa hal, ia bisa menjadi ragu secara tiba-tiba akan keputusan yang telah ditentukannya, hal tersebutlah yang membuatnya sulit memutuskan apakah akan mengeksekusi keputusan tersebut atau tidak.



Nanda Vermoorder - Master Face Reader

No comments:

Post a Comment